POINTERS ARAHAN
PADA KUNJUNGAN KERJA DI KODIM 1303/BM

HARI/TGL : SELASA, 11 DESEMBER 2007
PUKUL : 07.00 WITA
TEMPAT : MAKODIM 1303/BM.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Waba-rakatuh. Selamat sore dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati, Danrem 131/Santiago ;
Dandim 1303/Bolaang Mongondow ;
Para Perwira, Bintara, Tamtama dan segenap Pegawai Negeri Sipil jajaran Kodim 1303/Bolaang Mongondow yang saya cintai dan saya banggakan ;

Selaku insan yang beriman dan bertaqwa marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan ridho-Nya pada hari ini kita dapat bertatap muka dengan segenap anggota Kodim 1303/ Bolaang Mongondow dalam keadaan sehat wal'afiat.

Kesempatan tatap muka seperti ini merupakan media komunikasi yang efektif bagi Komando untuk menyampaikan informasi penting, terkait dengan pelaksanaan tugas kedepan yang semakin tidak ringan.

Para prajurit sekalian yang berbahagia ;

1. Mencermati perkembangan situasi akhir-akhir ini, maka tampak ada indikasi munculnya primordialisme kedaerahan yang mengatas-namakan otonomi daerah, separatisme, funda-mentalisme serta kekerasan sosial.

Permasalahan tersebut perlu penanganan secara serius agar tidak berkembang menjadi ancaman bagi keutuhan dan kedaulatan NKRI. Hal ini menjadi tanggung jawab segenap komponen bangsa, termasuk prajurit Kodim 1303/Bolaang Mongondow.

2. Berbagai kerawanan, termasuk ancaman terorisme, ancaman disintegrasi bangsa, dan kerawanan lainnya, baik yang diakibatkan oleh gejolak sosial maupun aksi anarkhis di berbagai daerah merupakan indikasi ancaman bangsa yang semakin memprihatinkan.
Disisi lain, kita mengetahui bahwa kondisi bangsa kita yang memiliki wilayah teritorial berbatasan dengan beberapa negara tetangga, berpotensi menimbulkan masalah yang bila tidak dikelola dengan baik akan berdampak negatif yang bukan mustahil dapat menim-bulkan konflik bilateral.
Hal ini dikarenakan sebagian wilayah perbatasan khususnya pulau-pulau terdepan dan terluar masih banyak yang belum memiliki tanda-tanda kepemilikan oleh NKRI.
Ditengah-tengah upaya meningkatkan pengamanan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar tersebut, juga masih sering ditemukan adanya penguasaan beberapa pulau oleh orang-orang asing.

3. Menyikapi berbagai fenomena tersebut, maka Kodim 1303/Bolaang Mongondow sebagai salah satu komando kewilayahan dijajaran Korem 131/Santiago, hendaknya berupaya secara optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Kita patut bersyukur bahwa prajurit Kodim 1303/Bolaang Mongondow selama ini, telah mampu melaksanakan tugas dan fungsi tersebut dengan baik.

4. Hal ini terbukti dengan situasi dan kondisi di wilayah ini yang relatif kondusif. Kita berharap situasi dan kondisi yang menguntungkan ini dapat berlanjut dan permanen, sehingga seluruh komponen masyarakat dapat leluasa ber- aktifitas.
Situasi dan kondisi yang aman tersebut hendaknya dipertahankan, dan hendaknya disadari bahwa hal ini tumbuh bukan karena kehebatan para aparat atau kehebatan dari salah satu kelompok masyarakat.
Saya melihat bahwa kondisi ini tumbuh justru karena kehebatan seluruh lapisan masyarakat yang tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak jelas asal usulnya. Dengan demikian, kondisi ini tumbuh karena masyarakat tidak mau melakukan tindakan dan kegiatan yang justru meresahkan masyarakat.
Di samping itu, kondisi ini juga tumbuh karena masyarakat bersepakat untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan anarkhis yang dapat merusak daerahnya sendiri.

5. Oleh karena itu saya berharap kondisi ini harus terus dipertahankan dan dimantapkan. Pemantapan kondisi ini hanya bisa dilakukan dengan mengoptimalkan pelaksanaan tugas di lapangan. Waspadai semua bentuk isu, provokasi, hasutan dan pengaruh negatif dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab ter-hadap setiap permasalahan yang timbul.
Jangan mudah terpengaruh dan sikapilah setiap kejadian secara wajar, arif dan bijaksana serta tidak emosional. Adakan komunikasi yang intensif, agar antar sesama komponen masya-rakat dapat bersinergi untuk menumbuhkan dan memantapkan rasa aman.

Para prajurit sekalian yang berbahagia ;

6. Pada kesempatan ini, perlu juga saya ingatkan kepada para prajurit sekalian, bahwa dalam kehidupan sehari-hari, selain melak-sanakan latihan dan tugas binter, masalah sikap dan perilaku para prajurit sebagai tentara rakyat, hendaknya dapat memberikan rasa aman, melindungi, mengayomi dan membela ke-pentingan rakyat.
Dalam interaksi dengan lingkungan, kalian dituntut mampu menampilkan perilaku yang dapat diteladani masyarakat, berdisiplin tinggi, dan taat kepada hukum yang berlaku.
Sikap yang demikian, tentu bukan hanya dapat menimbulkan simpati dari masyarakat, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap upaya peningkatan kemampuan profesionalisme prajurit dan keberhasilan dalam mengemban tugas pokok satuan.

7. Oleh karena itu, sejak awal saya menjabat sebagai Pangdam VII/Wirabuana ini, salah satu hal yang menjadi perhatian saya adalah ke-dispilinan prajurit, baik didalam markas ataupun di luar markas. Berbagai bentuk pelanggaran prajurit yang terjadi selama ini, faktor utamanya adalah rendahnya tingkat disiplin yang dimiliki seorang prajurit.
Saya sangat menyesalkan, jika prajurit-prajurit kita banyak yang meninggal hanya karena menjadi korban kecelakaan lalulintas, bukan meninggal karena gugur dimedan pertempuran.
Seringnya terjadi lakalalin tersebut, selain karena kurangnya kewaspadaan dalam berlalu lintas, tentu juga diakibatkan oleh kurangnya kesadaran dalam menaati aturan-aturan yang berlaku dalam berkendaraan.

8. Oleh karena itu, sejak awal saya telah mengharuskan kepada segenap prajurit Kodam VII/Wirabuana untuk menggunakan Helm Standard bercat Hijau dan berlogo Kodam. Saya berharap ketentuan ini harus segera di realisasikan di dua satuan ini.
Pemakaian Helm ini akan memiliki manfaat yang besar, baik untuk pengamanan pribadi dalam berkendaraan, juga untuk kontrol dan kendali selama berkendaraan.

9. Selain itu, sebagai salah satu langkah untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas, saya tekankan pula khusus bagi personel jajaran Kodam VII/Wirabuana yang mengguna-kan kendaraan roda dua agar tidak meng-gunakan motor jika melakukan perjalanan ke luar kota pada malam hari.
Jika ada personel Kodam VII/Wirabuana yang ketahuan melakukan perjalanan ke luar kota pada malam hari dengan menggunakan kendaraan roda dua (motor), maka akan saya proses. Terlebih lagi jika personel bersangkutan mengalami kecelakaan lalu lintas maka saya akan beri tindakan tegas, walaupun personel yang bersangkutan mengalami cedera, bahkan cacat tubuh sekalipun.

10. Selain hal tersebut, telah menjadi komitmen saya setiap kali memimpin suatu satuan, yaitu pentingnya kebersihan lingkungan. Saya akan memberikan tindakan keras terhadap individu maupun satuan yang tidak memperhatikan kebersihan.
Jika kebiasaan bersih ini menjadi budaya dalam lingkungan kita masing-masing, maka kehidupan kita akan terasa nyaman. Setiap prajurit harus memperhatikan hal ini, tidak boleh ada yang bersikap apatis, masing-masing harus bertanggung jawab, khususnya yang memiliki kebiasaan merokok.

11. Selama saya menjabat Pangdam VII/Wi-rabuana, saya ingin membuka akses dan komunikasi dengan segenap prajurit. Silakan kalian menyampaikan hal-hal yang dirasakan menjadi hambatan dalam melakukan tugas pokok, baik secara langsung maupun melalui alat komunikasi.

12. Perlu pula saya tekankan juga pada kesempatan ini tentang masalah soliditas prajurit. Para prajurit perlu sadari, bahwa mem-bangun soliditas dan menanamkan kebanggaan satuan adalah mutlak dan harus dilaksanakan.
Hal ini perlu dihayati oleh para prajurit sekalian karena penanaman jiwa korsa dan kebanggaan satuan sangat diperlukan untuk mendukung tercapainya tugas pokok satuan.
Tetapi yang perlu di ingat, bahwa soliditas dan kebanggaan satuan yang kalian bangun bukanlah soliditas dan kebanggaan satuan yang sempit, yang diarahkan hanya untuk membela tindakan perorangan yang salah dan tidak bertanggung jawab, tetapi soliditas yang tulus adalah hanya untuk keberhasilan pelaksanaan tugas.

13. Terkait hal tersebut, maka dalam men-jalankan tugas sehari-hari para prajurit agar senantiasa menjaga citra dan kehormatan satuan. Selain itu, kalian juga harus mampu mengaplikasikan semua prosedur, serta me-waspadai berbagai tindakan yang dapat meng-akibatkan kesalahan prosedur yang menye-babkan menurunnya citra satuan dan TNI.

14. Untuk menghindari kesalahpahaman dalam menjalankan tugas di lapangan dengan aparat lainnya, khususnya dengan aparat Polri, saya minta perlunya sikap saling menghormati dengan aparat siapa saja. Dengan demikian hal-hal yang bisa menimbulkan ekses negatif dapat dihindari.

15. Perlu saya ingatkan, bahwa saya tidak akan mentolerir jika ada prajurit Kodam VII/ Wirabuana yang melakukan tindakan-tindakan yang bertolak belakang dengan aturan-aturan yang berlaku dalam dunia kemiliteran.
Jika ada prajurit Kodam VII/Wirabuana yang memperlihatkan tingkah laku yang sama sekali tidak sesuai dengan norma-norma kepra-juritan, maka saya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas. Untuk itu, laksana-kan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

16. Demikian arahan yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita semua didalam melanjutkan tugas pengabdian kepada negara dan bangsa.

Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Waba-rakatuh.

PANGLIMA KODAM VII/WIRABUANA



DJOKO SUSILO UTOMO
MAYOR JENDERAL TNI

Posting Komentar

 
Top