KEPALA STAF KOMANDO DAERAH MILITER IV/DIPONEGORO
SAMBUTAN
PADA ACARA RESEPSI PERNIKAHAN PUTRI BRIGJEN TNI ZAHARI SIREGAR, P.Sc
TANGGAL, 12 JANUARI 2008
DI PANTI PRAJURIT BALAI SUDIRMAN
JAKARTA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Syaloom. Selamat Pagi dan Salam Sejahtera bagi kita semua. Om Swastiastu.
Para sesepuh, pinisepuh dan para pejabat TNI yang kami hormati.

Bapak-bapak, Ibu segenap tamu undangan dan hadirin sekalian yang berbahagia.

Sebagai insan hamba Tuhan yang beriman dan bertaqwa, pertama-tama marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada malam hari ini kita dapat menghadiri Acara Resepsi Pernikahan ananda Ticha Azima Meirdania Siregar, S.Sos putri dari Bapak Brigjen TNI H. Zahari Siregar, P.Sc dengan ananda Dr. Ahmad Agil putra dari Bapak Dr. H. Agil Salim, Sp.b, FICS dan dalam keadaan sehat walafiat.

Perlu kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, karena sedang diliputi suasana rasa bangga, haru dan gembira, maka Bapak Brigjen TNI H. Zahari Siregar, P.Sc beserta ibu dan seluruh keluarga tidak bisa menyampaikan sambutan secara pribadi dihadapan para hadirin sekalian.

Beliau telah memberikan kehormatan kepada kami untuk mewakili menyampai-kan rasa gembiranya berkaitan dengan penyelenggaraan resepsi pernikahan putrinya malam hari ini. Untuk itu ijinkanlah kami berdiri disini mewakili Shohibul Hajat untuk menyampaikan sambutannya.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta hadirin sekalian yang kami hormati.

Mengawali sambutan ini, kami atas nama keluarga Bapak Brigjen TNI H. Zahari Siregar, P.Sc mengucapkan “Selamat Datang dan Terima Kasih” yang tulus kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir pada acara Pernikahan ini.

Kita mengetahui bahwa pernikahan merupakan jalan yang paling bermanfa’at dan paling afdhol dalam upaya merealisasikan dan menjaga kehormatan antara wanita dan laki-laki, karena dengan nikah inilah seseorang bisa terjaga dirinya dari apa yang diharamkan Allah.

Nikah merupakan jalan fitrah menuju rumah tangga yang harmonis. Menurut ajaran Islam keluarga yang harmonis adalah rumah tangga yang diliputi Sakinah (ketentraman jiwa), Mawaddah (rasa cinta) dan Rahmah (kasih sayang).

Dalam rumah tangga yang Islami, seorang suami dan istri harus saling memahami kekurangan dan kelebihannya, serta harus tahu pula hak dan kewajibannya serta memahami tugas dan fungsinya masing-masing yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Sehingga upaya untuk mewujudkan perkawinan dan rumah tangga yang mendapat keridho’an Allah dapat terealisir.

Hadirin sekalian yang berbahagia

Pada kesempatan yang sangat membahagiakan pada malam hari ini, perkenankan kami menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada mempelai berdua.

Saat ini ananda berdua sedang membentuk suatu struktur bangunan baru yaitu perkawinan.

Perkawinan bukanlah persoalan kecil dan sepele, tapi merupakan persoalan penting dan besar. Karena itu, diharapkan semua pihak yang terlibat di dalamnya, khususnya suami istri, memelihara dan menjaganya secara sunguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Oleh karena itu mempelai berdua perlu juga memahami apa tujuan perkawinan, beberapa hal yang perlu kalian ketahui adalah :

Pertama, Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur. Sasaran utama dari disyari’atkannya perkawinan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji.

Kedua, Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami. Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya.

Ketiga, Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal sholeh di samping ibadah dan amal-amal sholeh yang lain, sampai-sampai menyetubuhi istri-pun termasuk ibadah (sedekah).

Keempat, Untuk Mencari Keturunan yang Sholeh. Tujuan perkawinan di antaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan keturunan. Oleh karena itu suami istri bertanggung jawab mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar.

Khusus bagi ananda Dr. Ahmad Agil selaku suami, dituntut dapat tampil sebagai sosok pemimpin, pengayom, panutan dan teladan dalam kehidupan berumah tangga. Beberapa tugas Suami, yang perlu dipahami adalah :

Pertama, Suami adalah Sebagai Pelindung Keluarga. Karena itu, sebagai suami mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dan lebih sulit dalam menanggung keluarganya. Suami harus bijaksana dalam menanggung keluarganya dan mempersiapkan segalanya demi kebahagiaan keluarganya. Suamilah yang dapat mengubah rumahnya menjadi surga dan istrinya sebagai bidadarinya.

Kedua, Suami Harus Mampu Merawat Istrinya. Rahasia kesejahteraan keluarga adalah bagaimana seorang suami merawat istrinya, dan ini merupakan perbuatan seorang suami yang terbaik dan sangat berharga. Suami harus selalu mempelajari bagaimana memperlakukan istrinya hingga sang istri berubah bagaikan bidadari. Untuk itu, seorang suami harus memahami tingkah Iaku dan keinginan istrinya.

Ketiga, Suami Harus Mencintai Istrinya. Keberadaan seorang isteri tergantung pada rasa cinta dan kasih sayang seorang suami. Rahasia suami yang berhasil dalam kehidupan perkawinannya adalah sejauh mana seorang suami mampu mengungkapkan rasa cintanya kepada isterinya. Cinta dan kasih sayang suami tentu saja harus tulus agar dapat mencapai hati seorang isteri.

Keempat, Suami Harus Menghormati Istrinya. Seorang isteri akan senang bila dihormati oleh suaminya. Isteri selalu mengharapkan agar suami lebih menghor-matinya daripada orang lain. Isteri berhak mengharapkan pasangan hidupnya untuk selalu menjaga dan merawatnya.

Kelima, Berlakulah Baik Terhadap Istri. Dalam tuntunan agama Islam disebutkan bahwa kelakuan baik sebagai bagian dari agama dan tanda keimanan yang paling tinggi. Rasulullah SAW. mengatakan: “Barangsiapa yang Iebih baik kelakuannya, maka ia lebih sempurna imannya. Yang terbaik di antara kamu adalah yang berbuat baik kepada keluarganya”.

Sedangkan kepada ananda Ticha Azima Meirdania Siregar, S.Sos selaku isteri diharapkan dapat berperan sebagai ibu rumah tangga yang mampu berbhakti kepada suami dan memberikan rasa tenteram dan sejahtera dalam rumah tangga. Perlu diingat bahwa sebagai isteri yang baik ananda dituntut dapat memberikan motivasi terhadap suami dalam berkarya. Beberapa hal yang perlu dimengerti oleh seorang isteri yang baik adalah :

Pertama, seorang isteri harus rendah hati, senantiasa bersikap menerima apa yang diberikan suaminya, selalu mendengarkan dan taat kepada suami.

Kedua, Seorang isteri dituntut untuk selalu menjaga harta suami, memelihara kehormatannya dan kehormatan putra putrinya.

Ketiga, Janganlah melanggar perintah suami dan janganlah menebar rahasia suami yang pantas disimpan. Berusahalah menyenangkan hati suami dikala ia sedih.

Keempat, Jadilah sebagai istri baginya dan ibu untuknya. Ananda Ticha harus mampu menjadi tempat tumpuan disegala hidup suami, seakan-akan ananda Ticha adalah segala-galanya dalam hidupnya dan dunianya.

Selanjutnya, perlu ananda berdua ketahui, bahwa semua manusia pasti mendambakan hidup tenang dan bahagia, penuh kasih sayang dan cinta kasih. Semua ini bisa didapatkan bila antar pasangan saling mengetahui hak dan kewajiban masing-masing sesuai dengan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, saling menghargai satu sama lain, saling menghormati, saling menyayangi, saling mempercayai dan saling menjaga kejujuran, saling pengertian dan saling bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing pihak.

Bila hal diatas dapat ananda berdua jalankan dalam pribadi masing-masing, Insya Allah keluarga ananda akan terbentuk menjadi keluarga yang sakhinah, mawadhah dan warohmah. Amien.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan hadirin sekalian yang terhormat.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, perlu kami sampaikan bahwa kehadiran Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian sangat membesarkan hati keluarga mempelai berdua dan merupakan bukti betapa besarnya rasa cinta yang tulus kepada Bapak Brigjen TNI H. Zahari Siregar, P.Sc beserta seluruh keluarga.

Berkenaan dengan itu tiada untaian kata dan ungkapan rasa yang pantas kami sampaikan selain ucapan terima kasih yang sangat mendalam atas kesediaan hadirin sekalian menghadiri undangan yang telah disampaikan.

Ucapan terima kasih serta penghar-gaan yang tulus, juga kami haturkan atas segala sumbangan yang telah diberikan baik yang berupa moril, materiil maupun tenaga dan fikiran sehingga resepsi ini dapat terselenggara dengan lancar dan sukses serta penuh kebahagiaan.

Tiada balasan yang patut disampaikan kepada hadirin selain ucapan doa semoga Allah SWT membalas segala budi baik yang telah Bapak dan Ibu berikan. Bapak Brigjen TNI H. Zahari Siregar, P.Sc beserta seluruh keluarga mohon doa restu semoga ananda mempelai berdua senantiasa dilimpahkan kebahagiaan lahir dan batin, diringankan dari segala godaan dan cobaan, mendapatkan kemurahan rezeki serta diberikan momongan yang sholeh atau sholekah. Dalam membina rumah tangga dapat rukun, harmonis serta selalu taqwa dan berbhakti kepada orang tua dan berguna bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini pula Bapak Brigjen TNI H. Zahari Siregar, P.Sc beserta seluruh keluarga menyampaikan permoho-nan maaf dengan setulus-tulusnya atas segala sesuatu yang kurang berkenan dalam acara ini.

Akhirnya dengan rendah hati Bapak Brigjen TNI H. Zahari Siregar, P.Sc sekeluarga mengharapkan agar Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta hadirin sekalian berkenan mengikuti acara ini hingga selesai dan berkenan pula menikmati hidangan yang telah disediakan.

Terima kasih atas perhatian Bapak-bapak, Ibu-ibu dan hadirin sekalian.
Cukup Sekian.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Waba-rakatuh, Syaloom, Om Santi Santi Santi Om;
 

Posting Komentar

 
Top