TNI Membangun untuk Rakyat///judul
Oleh : Kolonel Inf Muhammad Thohir
Kapendam XIII Merdeka
MISI TNI membangun untuk rakyat terus diwujudkan. Salah satunya lewat kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Di daerah bumi nyiur melambai, TMMD ke-103 digelar di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon.
Masyarakat pun antusias dengan adanya program TMMD yang dicanangkan Komando Atas itu. Kata Masyarakat, program TMMD sangat mempesona. Pasalnya, program kreatif itu membuat TNI dan rakyat semakin dekat.
Tak hanya itu, program tersebut pula mampu mensejahterakan perekonomian dan taraf hidup masyarakat.
Masyarakat berharap, kegiatan serupa dapat kembali digelar prajurit TNI besutan Mayjen TNI Tiopan Aritonang. Itu diakibatkan lantaran dalam pelaksanaan kegiatan TMMD, prajurit diwajibkan tinggal dan berbaur bersama masyarakat.
“Tentara yang identik dengan kegarangannya tidak terlihat lagi. Disini kami terlihat sama, tidak ada yang beda. Kami senang dengan kedatangan Satgas TMMD di Kelurahan kami ini,” kata Julin, salah satu masyarakat Pangolombian.
“Awalnya kami masyarakat takut bila berdekatan apalagi berhadapan dengan bapak-bapak tentara, tapi setelah kami mengenal lebih dekat, ternyata apa yang kami pikirkan itu salah. Tidak benar. TNI memang hebat, mampu melakukan apa saja untuk rakyat,” ketusnya.
TMMD ke-103 yang berlangsung secara serentak di beberapa wilayah Indonesia merupakan program TNI khususnya TNI Angkatan Darat (AD). Tujuannya, untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kegiatan TMMD di Kelurahan Pangolombian merupakan wilayah Kodim 1302/Minahasa, mendapat respon positif dari pemerintah maupun masyarakat. Sedikitnya 267 warga masyarakat terjun ke lokasi membaur dengan Satgas TMMD untuk membangun jalan sepanjang 650 meter yang menghubungkan Desa Tampusu.
Selain masyarakat, Lurah Pangolombian Djemy Sarese ikut terjun dan membantu Satgas dan masyarakat di lokasi. Kepada Pendam XIII/Merdeka, Lurah Pangolombian mengatakan kalau masyarakatnya terkenal dengan semangat Gotong Royong.
Apalagi kata dia, yang dikerjakan untuk kepentingan umum masyarakat. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Satgas TMMD. TNI sangat memahami betul apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Djemy.
Pantauan Redaksi Pendam, selain mengerjakan jalan tembus Desa Tampusu sepanjang 650 meter, anggota Satgas TMMD ke-103 juga mengerjakan pengerasan jalan perkebunan sepanjang 1300 meter. Mereka terus berupaya untuk menyelesaikan pekerjaan sampai batas waktu yang ditentukan.
Dibantu masyarakat, Satgas nampak menyusun batu dasar dan menghampar sirtu(pasir batu) di sepanjang jalan yang sudah dibuka. Dengan membuka akses jalan perkebunan yang baru yang merupakan jalan alternatif, memungkinkan masyarakat membuka pemukiman baru di Kelurahan Pangolombian.
Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Nixon Purnama mengatakan, pembukaan jalan perkebunan itu merupakan prioritas, mengingat besarnya biaya transportasi yang harus dibayar petani untuk mengeluarkan hasil pertanian dari perkebunan disebabkan sulitnya jalan masuk ke sentra pertanian.
“Diharapkan, dengan terbukanya jalan perkebunan ini dapat mengurangi biaya transportasi hasil pertanianan dan secara otomatis dapat meningkatkan keuntungan para petani,” kata Nixon.
Untuk program TMMD ke-103 yang sedang berlangsung selama 30 hari di Kodim 1302/Minahasa, Satgas TMMD sedang merampungkan pekerjaan fisik, diantaranya pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang 1.950 meter, pembangunan kantor Tiga Pilar Desa, pembangunan delapan buah Plat Deker, pemasangan paving blok halaman Gereja Naviri, pembangunan 10 jamban keluarga dan pembangunan 1 buah pos kamling. Sedangkan untuk kegiatan non fisik meliputi pengobatan gratis, pelayanan KB, operasi bibir sumbing, sosialisai deteksi kanker payudara, sosialisasi HIV/Aids, sosialisasi wawasan kebangsaan, sosialisasi tentang deradikalisasi, sosialisasi bela negara, sosialisasi bahaya Narkotika dan miras, pemutaran film perjuangan serta beberapa kegiatan lainnya.
Dan secara keseluruhan diharapkan sudah rampung sebelum tanggal 13 November 2018. (*)
Posting Komentar